Insta Holiday , JL. Raya Oro-oro Ombo 31, Kota Batu, Jawa Timur. Ph:(0341)598889 / 0822 4545 5111
KAMPOENG SINGOSARI
Starting From Rp. 250.000

Tour Information

Candi Singosari disebut masyarakat setempat sebagai Candi Cungkup, awalnya sempat dinamakan juga candi Renggo, Candi Menara, dan Candi Cella. Untuk sebutan yang terakhir karena candi ini memiliki celah sebanyak 4 buah di bagian tubuh candi. Hingga kini nama yang lebih dikenal adalah Candi Singosari karena letaknya di Singosari.

Tidak banyak sisa-sisa Kerajaan Singosari yang pernah berkuasa abad 13 di Jawa Timur ini. Hanya ada sebuah candi yang belum selesai dibangun dan dua patung raksasa yang berdiri menjaga di depan istana sebagai jejak yang tersisa dari salah satu kerajaan besar di Nusantara ini.
Banyak yang menganggap bahwa Candi Singosari adalah makam Raja Kertanegara sebagai raja terakhir Singosari. Akan tetapi pendapat ini diragukan banyak ahli, lebih dimungkinkan Candi Singosari merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa karena sistem mandala yang berkonsep candi Hindu dan sekaligus sebagai media pengubah dari  air biasa menjadi air suci (amerta).

Candi Singosari awalnya disebut dalam sebuah laporan kepurbakalaan tahun 1803 oleh Nicolaus Engelhard, seorang Gubernur Pantai Timur Laut Jawa. Ia melaporkan tentang reruntuhan candi di daerah dataran tandus di Malang. Tahun 1901 Komisi Arkeologi Belanda melakukan penelitian ulang dan penggalian. Berikutnya 1934 Departemen Survey Arkeologi Hindia Belanda Timur merestorasi bangunan ini hingga selesainya tahun 1937. Anda dapat melihat goresan tanda penyelesaian pemugaran ini pada batu kaki candi di sudut barat daya. Saat ini banyak arca-arca dari reruntuhan Candi Singosari disimpan di Museum Leiden Belanda.

Ada informasi yang mencukupi dapat diketahui tentang Singosari dari teks Jawa kuno abad ke-14 yaitu “Pararaton” atau kitab raja. Candi Singosari yang dibangun tahun 1304 ini umumnya dihiasi dari bawah hingga atasnya. Bila Anda perhatikan hiasan tersebut tidak seluruhnya terselesaikan sehingga ada dugaan candi ini dalam proses pembangunan yang belum selesai kemudian ditinggalkan. Dimungkinkan akibat adanya peperangan yaitu serangan Kerajaan Gelang-Gelang pimpinan Jayakatwang tahun 1292 hingga menghancurkan Kerajaan Singosari, sering disebut juga masa kehancuran Singosari atau pralaya.

Kerajaan Singosari didirikan tahun 1222 oleh seorang rakyat biasa bernama Ken Arok, yang berhasil menikahi putri cantik Ken Dedes dari Janggala setelah membunuh suaminya. Ken Arok kemudian menyerang Kediri dan berhasil menyatukan dua wilayah terbelah yang pernah dipisahkan oleh Raja Airlangga tahun 1049 sebagai warisan untuk kedua putranya.
Singosari kemudian berhasil mengembangkan pertanian yang subur di sepanjang aliran sungai Brantas, serta perdagangan laut yang menguntungkan di sepanjang Laut Jawa. Pada 1275 dan 1291 Raja Singosari yaitu Kertanegara menyerang kerajaan maritim Sriwijaya di Sumatera Selatan dan kemudian mengontrol perdagangan laut di laut Jawa dan Sumatera. 

Dalam masa kejayaannya, Singosari begitu kuat, bahkan Kaisar Mongol Kubilai Khan yang perkasa menganggap penting mengirim armada dan utusan khusus ke kerajaan Singosari untuk menuntut Raja Kertanegara secara pribadi  untuk memberikan loyalitas kepada Mongol. Sebagai jawabannya, ternyata Raja Kertanegara memotong telinga salah satu utusan tersebut sebagai pesan kepada Kubilai Khan bahwa Singosari tidak akan tunduk.

Kemudian Kertanegara dibunuh oleh salah seorang raja bawahannya yaitu Jayakatwang tahun 1293. Ketika armada perang dikirim oleh Kubilai Khan tiba di Jawa, mereka tidak mengetahui bahwa rupanya Raja Kertanegara sudah tiada. Menantu Kertanegara, Raden Wijaya, berhasil membujuk armada Kublai Khan untuk membunuh Jayakatwang, tetapi kemudian justru berbalik mengusir armada Mongol dari Jawa.

Raden Wijaya selanjutnya mendirikan kerajaan Majapahit tahun 1294 di utara Singosari yaitu di Porong. Maka berlangsunglah sebuah masa keemasan bagi sebuah kerajaan bernama Majapahit yang kekuasaannya mencakup Indonesia saat ini dan bahkan hingga ke Malaysia dan Thailand.

Tour Code : 001.IH.SWH

 

08:00 . Start perjalanan dari tempat yang di sepakati (hotel, villa, stasiun atau bandara). 

09:00 . Tiba di candi Singasari, merupakan candi Hindu peninggalan kerajaan Singasari. 

11.00 . Mengunjungi sentra produksi alat-alat dapur tradisional, terbuat dari bahan kayu dan batuan atau pasir olahan seperti cobek tradisional dan lain-lain.

12.00 . Melanjutkan perjalanan menuju wilayah pertambangan dan pengolahan pasir serta menikmati pemandangan indah di kaki gunung Arjuna

13:00 . rute selanjutnya menuju kebun teh Wonosari yaitu merupakan perkebunan pada jaman Belanda yang didirikan pada tahun 1910.

14:30 . Kembali ke tempat yang sudah disepakati. 

Kegiatan Wisata Candi Singosari :

Melihat sisa-sisa candi Singosari yang belum selesai dibangun itu dapat Anda lihat di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari. Candi ini terbuat dari batu andesit dengan bangunan yang menghadap ke barat. Di halaman depan terdapat kumpulan patung, sementara di bawah terdapat dua patung besar wali yang dikenal sebagai Dwarapala.

Candi Singosari  terdiri dari 4 bagian utama.

  1. Bagian bawah berupa persegi empat yang dinamakan batur candi atau teras.
  2. Kaki candi yang tinggi sekaligus sebagai ruangan tempat arca.
  3. Tubuh candi yang langsing dengan empat relung di masing-masing sisinya.
  4. Atap atau puncak yang menjulang makin mengecil di puncaknya.

Akomodasi Wisata Candi Singosari

Penginapan mulai dari homestay, villa dan hotel sangat banyak di Kota Malang jadi tidak perlu kawatir untuk mengisi waktu luang anda setelah berkunjung ke Candi Singosari Anda dapat berjalan keliling kota Batu dan Malang sambil menikmati destinasi yang ada disekitar kota.

Transportasi Wisata Candi Singosari

Candi Singosari terletak di Jalan Kertanegara Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dari Kota Malang maka Anda dapat mencapainya sejauh kurang lebih 10 km ke arah utara. Sementara dari Surabaya kurang lebih berjarak 88 km ke arah selatan

Untuk menuju Singosari dapat ditempuh dengan mobil atau taksi baik dari Malang maupun dari Surabaya atau Tretes. Bagi group wisata atau wisata pembelajaran sangat disarankan mengunjungi tempat ini.